Maluku Utara Perkuat Konservasi Rempah Melalui TWG CDCSUI
Ternate - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara bersama Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) menggelar Technical Working Group (TWG) pertama program Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) di Hotel Batik, Rabu (22/07).
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Ir. Sri Haryanti Hatari, M.Si. yang mewakili pemerintah daerah. Dalam sambutannya, ia menyambut baik fokus pelaksanaan program yang nantinya berlokasi di Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan. Program ini bertujuan memperkuat konservasi serta pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman tanaman lokal khususnya pala dan cengkeh di Maluku Utara sebagai daerah penghasil rempah dan diharapkan dapat membangun sistem pertanian yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Mewakili Kepala BRMP Maluku Utara, Dr. Chris Sugihono, menyampaikan bahwa Maluku Utara merupakan pusat peradaban rempah dunia (The Spice Islands). Kekayaan genetik tersebut tidak boleh hanya menjadi catatan sejarah atau sekadar objek penelitian. Keanekaragaman ini harus dilindungi secara konkret melalui konservasi in-situ maupun ex-situ, sekaligus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut National Program Manager (NPM) CDCSUI, perwakilan OPD terkait dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Kota Tidore Kepulauan, dan Kabupaten Halmahera Selatan, pihak Kesultanan, serta akademisi. Kegiatan berlangsung secara interaktif, mulai dari pemaparan materi, diskusi tematik, sampai penandatanganan berita acara kesepakatan.
Melalui TWG ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga penelitian, akademisi, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan Program CDCSUI di Maluku Utara. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetik tanaman rempah sebagai warisan hayati yang bernilai bagi generasi mendatang.